Artikel Terbaru
Kenali 5 Jenis Jaringan Komputer - Perwira Learning Center
Routing OSPF : Pengertian dan Cara Kerjanya - Perwira Learning Center
Apa Si Perbedaan Static Routing Dengan Dynamic Routing? - Perwira Learning Center
Latar Belakang
Dunia digital saat ini sangat bergantung pada pengiriman data yang cepat dan akurat. Masalahnya, jaringan komputer itu sangat luas dan bercabang-cabang seperti labirin raksasa. Agar sebuah data (paket) tidak tersesat saat dikirim dari satu komputer ke komputer lain, kita membutuhkan sistem navigasi yang disebut Routing. Routing ini dijalankan oleh perangkat bernama Router yang bertugas menentukan jalur paling efisien supaya data sampai ke tujuan dengan stabil, tanpa terjebak kemacetan digital. Tanpa adanya routing, komunikasi antar jaringan seperti internet tidak akan mungkin bisa terjadi secara teratur.
Apa Itu Routing?
Routing adalah proses pengambilan keputusan tentang jalur terbaik yang harus dilalui oleh data paket dari sumber ke tujuan dalam sebuah jaringan atau antarjaringan. Routing dijalankan oleh perangkat yang disebut router, yang membaca informasi dalam paket data untuk menentukan ke mana paket tersebut harus dikirim.
Tujuan Routing dalam Jaringan
Tujuan utama routing dalam jaringan adalah menentukan jalur terbaik dan paling efisien bagi paket data untuk mencapai tujuan, mengelola lalu lintas data, serta menghubungkan beberapa jaringan berbeda, baik lokal (LAN) maupun luas (WAN/internet). Routing memastikan data terkirim cepat, stabil, dan terhindar dari kemacetan.
Jenis-Jenis Routing
Secara umum, routing dibagi menjadi tiga yaitu :
a. Static Routing
Routing yang dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan. Setiap rute ditentukan dan dimasukkan ke dalam router satu per satu.
b. Dynamic Routing
Routing yang dilakukan secara otomatis oleh router menggunakan protokol routing dinamis. Router saling berbagi informasi untuk membentuk jalur terbaik secara otomatis.
c. Default Routing
Sebuah metode routing di mana semua paket yang tidak memiliki rute spesifik diarahkan ke satu alamat tujuan, yang disebut default gateway.
Static Routing
Jenis routing ini menjadi pengaturan yang paling mudah dalam jaringan komputer, karena untuk menggunakannya, administrator jaringan hanya mengisi dalam tabel entri forwarding di setiap router yang terhubung pada jaringan tersebut.
Kelebihan Static Routing
2. Tidak ada penggunaan bandwidth antar router
3. Biaya lebih murah karena tidak menggunakan overhead routing
4. Lebih aman karena hanya satu administrator yang dapat mengizinkan rute ke jaringan tertentu.
Kekurangan Static Routing
2. Jika terdapat satu router yang rusak, maka akan berdampak ke router yang lain
3. Tidak efektif untuk jaringan dengan skala yang besar
4. Administrator harus memiliki kemampuan lebih terkait topologi jaringan
Analogi Static Routing
Analoginya seperti kita menggunakan buku peta untuk pergi ke Baturraden. Kita sudah menandai rute spesifiknya. Kita berangkat dari Rumah dan harus lewat jalan A, lalu belok ke jalan Y. Selama perjalannaya lancar, cara ini sangat efisien dan tidak membingungkan.
Tetapi buku peta ini tidak bisa memperbarui diri secara otomatis selama setiap hari. Jika di jalan Y sedang ada perbaikan jalan atau macet total, kita akan tetap menuju ke sana karena itulah satu-satunya rute yang tertulis di peta. Kita baru bisa pindah rute kalau kita sendiri yang mengganti route lain di maps secara manual.
Dynamic Routing
Dynamic routing adalah metode di mana router secara otomatis membentuk dan memperbarui tabel routing berdasarkan informasi yang diterima dari router lain melalui protokol dinamis.
Berbeda dengan routing statis, protokol routing dinamis mengatur routing secara otomatis sehingga dapat berkomunikasi satu sama lain yang saling memberikan informasi tentang jaringan dan koneksi antar router.
Berbagai informasi ini akan berguna untuk membangun dan meningkatkan table routing. Administrator jaringan tidak dapat menentukan rute mana yang akan dipilih, karena semuanya sudah berjalan secara otomatis.
.png)