Artikel Terbaru
Kenali 5 Jenis Jaringan Komputer - Perwira Learning Center
Routing OSPF : Pengertian dan Cara Kerjanya - Perwira Learning Center
Bagaimana Si Cara Kerja RIP? - Perwira Learning Center
Latar Belakang
Bayangkan sebuah jaringan komputer seperti kumpulan perumahan yang sangat luas. Agar paket data tidak tersesat, kita butuh sistem navigasi otomatis supaya kita tidak perlu repot-repot menyusun petunjuk jalan secara manual untuk setiap rumah. Di sinilah RIP (Routing Information Protocol), yaitu aturan dasar yang memungkinkan antar perangkat (router) untuk saling mengobrol dan berbagi info rute perjalanan.
Alat dan Bahan :
a. Perangkat Lunak : Aplikasi GNS3 dan Website Blogger
Apa Itu RIP?
Routing Information Protocol (RIP) adalah protokol vektor jarak yang menggunakan jumlah hop sebagai metrik utamanya. RIP mendefinisikan bagaimana router harus berbagi informasi saat memindahkan lalu lintas di antara sekelompok jaringan area lokal yang saling terhubung.
RIP awalnya dirancang untuk rangkaian protokol Xerox PARC Universal Packet dan dikenal sebagai Gateway Information Protocol dalam rangkaian protokol Xerox Network Systems pada tahun 1981. RIP -- yang didefinisikan dalam Request for Comments 1058 pada tahun 1988 -- mudah dikonfigurasi dan mudah digunakan dalam jaringan kecil.
Analogi
Analoginya seperti si A sedang mencari alamat di sebuah perumahan yang besar tanpa MAPS. Di setiap persimpangan (Router), ada seorang satpam yang berjaga. Satpam ini tidak punya peta seluruh kota, dia hanya tahu informasi dari satpam di persimpangan sebelah.
Setiap beberapa saat, satpam di sebelah akan berbicara, "Eh, kalau mau ke rumah Pak Bambang, lewat sini saja. Cuma lewat 2 gang lagi" Nah, informasi jumlah gang inilah yang disebut Hop Count.
Masalahnya, satpam ini (RIP) hanya peduli pada jumlah gang, bukan kondisi jalannya. Meskipun gang tersebut sedang ada perbaikan jalan, banjir, atau sangat sempit, satpam itu tetap akan menyuruh lewat sana hanya karena jumlah gangnya paling sedikit. Dia tidak akan menyarankan jalan raya yang lebih mutar tapi lancar. Jadi, RIP itu ibarat teman yang memberi petunjuk jalan paling pendek, tapi dia tidak tahu kalau jalan itu sebenarnya sedang macet total.
Cara Kerja
1. Inisialisasi & Pembelajaran: Saat pertama kali diaktifkan, router mengirimkan permintaan informasi routing kepada tetangga yang terhubung langsung.
2. Pertukaran Tabel (Update): Setiap 30 detik, router mengirimkan seluruh tabel perutean (isi routing table) mereka ke router tetangga.
3. Pemilihan Jalur (Metrik): Jika menerima jalur baru ke sebuah tujuan, RIP membandingkan jumlah hop. Jalur dengan jumlah hop paling sedikit yang dipilih.
4. Pembaruan Tabel Lokal: Jika rute baru lebih pendek, tabel routing lokal diperbarui dengan hop baru. Jika rute sudah ada dan lebih panjang, router akan menahannya untuk memeriksa stabilitas.
5. Konvergensi: Proses pertukaran informasi ini terus berlanjut antar tetangga hingga semua router dalam jaringan memiliki pengetahuan yang sama tentang topologi jaringan.
6. Penanganan Rute Rusak: Jika rute tidak diperbarui dalam waktu tertentu (misalnya 180 detik atau enam siklus), rute tersebut dianggap tidak valid dan dihapus dari tabel perutean.
7. Pencegahan Loop: Menggunakan teknik Split Horizon dan Poison Reverse untuk menghindari perulangan rute (looping)
Konfigurasi RIP di GNS3
2. Konfigurasi di Router1
3. Konfigurasi di Router2
4. Konfigurasi di PC1
5. Konfigurasi di PC2
6. Konfigurasi di PC3
7. Konfigurasi di PC4
Hasil Pembelajaran
Melalui konfigurasi di GNS3 ini, saya memahami bahwa setiap router bertugas seperti satpam di persimpangan yang secara rutin saling bertukar isi tabel rutenya setiap 30 detik. Dari hasil praktik, terlihat bahwa router akan otomatis memilih jalur dengan jumlah gang atau persimpangan yang paling sedikit untuk mencapai komputer tujuan. Saya juga mempelajari bagaimana cara melakukan inisialisasi jaringan, mendaftarkan network pada masing-masing router, serta mengatur alamat IP pada setiap PC. Hasilnya, seluruh perangkat dalam topologi tersebut kini bisa saling berkomunikasi karena setiap router sudah hafal jalan pintas menuju alamat yang dituju berkat informasi dari router tetangganya.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa RIP adalah protokol routing yang sangat membantu bagi pemula karena pengaturannya yang mudah dan tidak memerlukan spesifikasi perangkat yang tinggi. Tetapi juga harus menyadari keterbatasannya, RIP hanya fokus pada jarak terpendek (jumlah hop) tanpa peduli apakah jalur tersebut sedang macet atau lambat. Protokol ini sangat ideal digunakan pada jaringan skala kecil yang sederhana, namun kurang efektif untuk jaringan besar yang sangat sibuk. Secara keseluruhan, simulasi ini membuktikan bahwa komunikasi antar jaringan dapat berjalan otomatis asalkan setiap router terus memperbarui informasinya dan bekerja sama untuk mencegah terjadinya perulangan rute yang membingungkan (routing loop).
Daftar Pustaka
https://www-techtarget-com.translate.goog/searchnetworking/definition/Routing-Information-Protocol?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
https://dte.telkomuniversity.ac.id/apa-itu-protokol-rip-routing-information-protocol/
.png)






