Artikel Terbaru
Kenali 5 Jenis Jaringan Komputer - Perwira Learning Center
Routing OSPF : Pengertian dan Cara Kerjanya - Perwira Learning Center
Mengatur Static IP Pada Linux Menggunakan Terminal - Perwira Learning Center
Latar Belakang
Alat dan Bahan :
a. Perangkat Lunak : OS Linux
b. Perangkat Keras : Laptop
Apa Itu IP Static?
IP statis adalah alamat IP yang dikonfigurasi secara manual lalu diberikan kepada perangkat dan tidak dapat berubah di berbagai sesi jaringan. Semua perangkat yang menggunakan alamat IP, seperti komputer desktop, laptop, router, dan tablet, dapat dikonfigurasi untuk memiliki alamat IP statis.
Langkah-langkah mengatur ip static pada linux
1. Buka terminal
2. Cek informasi jaringan
- Ketik command "ip a" lalu klik "enter".
- Cari jaringan yang sedang aktif.
- Cari adaptor jaringan yang aktif. Contohnya "eth0, enp0s3, ens33".
- Catat adaptor jaringan yang aktif.
3. Cek informasi subnet nya
- Ketik command "ifconfig -a".
- Jika not found ketik command "sudo apt install net-tools".
- Masukkan password.
- Ketik kembali command "ifconfig -a" untuk cek jaringan lebih spesifik.
4. Masuk ke folder konfigurasi
- Ketik command "cd /etc/netplan".
- Ketik command "ls".
- Cari file yang berakhiran ".yaml"
- Catat yang nomor 01. Contohnya "01-network-manager-all.yaml".
5. Edit file
- Ketik command "sudo nano 01-network-manager-all.yaml".
- Klik enter.
- Jika dimintai password, langsung saja masukkan passwordnya.
6. Masuk ke konfigurasi IP Static
- Isi konfigurasi seperti dibawah ini
network:
version: 2
renderer: NetworkManager
ethernets:
eth0: (adaptor jaringan yang aktif)
dhcp4: no
addresses: [192.168.20.5/28] (ip static yang kalian mau)
gateway4: 192.168.20.1 (gateway ip static)
nameservers:
addresses: [8.8.8.8,8.8.8.4]
2. Klik "ctrl + x" dan "ctrl + y" untuk menyimpan konfirgurasi.
7. Terapkan dan uji
- Ketik command "sudo netplan try".
- Ketik command "ip a" untuk melihat IP Static.
Hasil Pembelajaran
Melalui praktik ini, saya memahami cara mengubah pengaturan jaringan melalui terminal Linux menggunakan alat bernama Netplan. Prosesnya dimulai dengan mencari tahu nama adaptor jaringan yang aktif menggunakan perintah "ip a" dan melihat detail koneksi melalui "if config". Setelah mendapatkan informasi tersebut, langsung masuk ke folder sistem dan mengedit file konfigurasi berformat ".yaml" menggunakan teks editor Nano. Di sana, mematikan fitur otomatis (DHCP) dan memasukkan angka IP pilihan sendiri, lengkap dengan alamat gerbang (gateway) dan DNS. Terakhir, saya mempelajari cara menerapkan aturan baru tersebut dan memastikan bahwa alamat IP perangkat sudah berubah sesuai dengan yang kita inginkan.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa mengatur IP Static di Linux adalah keterampilan dasar yang sangat penting untuk manajemen jaringan. Meskipun terlihat teknis karena harus mengetikkan perintah di terminal, langkah-langkahnya sebenarnya cukup sederhana asalkan teliti dalam mencatat nama adaptor jaringan dan berhati-hati saat menuliskan kode konfigurasinya. Dengan menggunakan IP Static, perangkat kita kini memiliki identitas yang tetap di dalam jaringan. Hal ini mempermudah kita dalam mengatur keamanan dan memastikan layanan yang kita jalankan di laptop selalu bisa diakses dengan alamat yang sama tanpa gangguan.
Daftar Pustaka
https://www-freecodecamp-org.translate.goog/news/setting-a-static-ip-in-ubuntu-linux-ip-address-tutorial/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
https://www-fortinet-com.translate.goog/resources/cyberglossary/static-vs-dynamic-ip?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
.jpg)