VIOLA - PERWIRA LEARNING CENTER

Hi, I'm Viola!

Welcome to my blog!

Artikel Terbaru

Apa Perbedaan Kabel Patchcord Dengan Pigtail Fiber Optik? - PERWIRA LEARNING CENTER

  Latar Belakang Dalam dunia jaringan internet berbasis fiber optik, kita tidak bisa sembarangan menyambungkan kabel besar yang datang dari jalan langsung ke perangkat seperti komputer atau router. Kabel besar tersebut biasanya kaku dan sulit dikelola. Oleh karena itu, kita membutuhkan jembatan atau perantara agar sinyal cahaya dari kabel utama bisa masuk ke perangkat dengan aman dan stabil. Di sinilah peran penting Pigtail dan Patch Cord sebagai komponen penyambung yang memastikan aliran data berjalan lancar tanpa hambatan.  Apa itu Fiber Pigtail? Pigtail serat optik adalah potongan pendek kabel serat optik yang memiliki konektor terpasang di salah satu ujungnya, dan hanya untaian serat di ujung lainnya. Ini adalah rakitan kabel yang menghubungkan perangkat serat optik ke sistem serat optik. Pigtail biasanya digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik dengan panel patch atau peralatan lainnya. Pigtail biasanya dipasang ke konektor menggunakan penyambungan fusi. ...

Apa Si Perbedaan Routing IBGP Dengan EBGP? - Perwira Learning Center

Latar Belakang Di dunia internet, jaringan komputer tidak berdiri sendiri melainkan terdiri dari ribuan kelompok jaringan besar yang disebut Autonomous System (AS) . Agar data dari satu organisasi seperti perusahaan atau kampus bisa sampai ke organisasi lain di seluruh dunia, dibutuhkan sebuah bahasa komunikasi standar yang disebut Border Gateway Protocol (BGP) . BGP berperan sebagai pengatur lalu lintas utama yang menentukan jalur terbaik bagi data. Namun, BGP memiliki dua peran berbeda, yaitu satu untuk mengatur komunikasi di dalam kota sendiri ( iBGP ) dan satu lagi untuk berkomunikasi di luar negeri ( eBGP ).  Apa itu iBGP ? iBGP   (Internal  Border Gateway Protocol)  merupakan singkatan dari Internal BGP digunakan dalam satu AS (Autonomous System) untuk menjaga informasi routing antar router. iBGP berjalan di dalam jaringan satu organisasi. iBGP membantu router dalam sistem otonom yang sama untuk berbagi informasi routing eksternal yang mereka pelajari dari ...

Apa itu Static IP dan Mengapa Server Membutuhkannya? - Perwira Learning Center

Latar Belakang Di dalam dunia digital, setiap perangkat seperti komputer, laptop tentunya sangat membutuhkan alamat agar bisa saling berkomunikasi di internet. Biasanya, alamat IP ini bisa berubah-ubah sendiri (dinamis). Tetapi, dalam kondisi tertentu, perubahan alamat ini justru membuat repot disaat kita ingin mengakses sebuah perangkat dari jarak jauh secara terus-menerus. Oleh karena itu, muncul konsep IP Static , yaitu alamat IP yang diatur secara manual agar tetap permanen dan tidak berubah meskipun perangkat dimatikan atau disambungkan kembali ke jaringan. Apa Itu IP Static? IP statis adalah alamat IP yang dikonfigurasi secara manual lalu diberikan kepada perangkat dan tidak dapat berubah di berbagai sesi jaringan. Semua perangkat yang menggunakan alamat IP, seperti komputer desktop, laptop, router, dan tablet, dapat dikonfigurasi untuk memiliki alamat IP statis.  Kelebihan IP statis Kelebihan alamat IP statis diantaranya : 1.  ...

Cara Install Apache Web Server di Ubuntu - Perwira Learning Center

Latar Belakang

Di era digital saat ini, hampir semua informasi kita akses melalui website. Namun, banyak orang belum tahu bagaimana sebuah halaman web bisa muncul di layar HP atau laptop mereka. Inti dari proses tersebut ada pada Web Server, yaitu sebuah pelayan digital yang bertugas menerima perintah dan mengirimkan data kepada pengguna. Untuk mempelajari cara kerja teknologi ini secara langsung, kita tidak butuh peralatan rumit, cukup dengan sebuah laptop dan sistem operasi Linux. Dengan mempraktikkan instalasi Apache (salah satu software web server paling populer), kita bisa mengubah laptop biasa menjadi pusat penyedia data yang siap melayani permintaan akses halaman web dari browser seperti Chrome atau Firefox. 

Alat dan Bahan :

a. Perangkat Lunak : OS Linux

b. Perangkat Keras : Laptop

Apa Si Itu Web Server?

Web server adalah sebuah software (perangkat lunak) yang memberikan layanan berupa data. Berfungsi untuk menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien atau kita kenal dengan web browser (Chrome, Firefox). Selanjutnya ia akan mengirimkan respon atas permintaan tersebut kepada client dalam bentuk halaman web. 

Web server juga memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

  1. Menyimpan dan mengirimkan konten website : Web server menyimpan data situs secara terpusat, termasuk file HTML, gambar, JavaScript, dan CSS. Server kemudian mengirimkan file-file ini ke browser pengguna saat halaman web diakses.
  2. Memproses Permintaan HTTP/HTTPS Server bertindak sebagai kurir yang menangani permintaan ("request") dari pengguna dan memberikan respon ("response") yang sesuai.
  3. Keamanan dan stabilitas : Web server membantu menjaga keamanan situs melalui protokol HTTPS, serta mengatur kontrol akses dan memfilter permintaan berbahaya.
  4. Manajemen konten dinamis : Web server dapat menjalankan skrip sisi server (seperti PHP atau Python) untuk menghasilkan konten yang berbeda bagi setiap pengguna secara dinamis.

Langkah-langkah install apache web server

1. Update Paket

  1. Ketik command "sudo apt update".

2. Install Paket Apache2

  1.  Ketik command "sudo apt get install apache2 -y".

3. Cek Layanan Apache2

  1. Ketik command "sudo systemctl status apache2" untuk mengecek status.
  2. Ketik command "sudo systemctl enable apache2" untuk otomatis.

4. Konfigurasi Firewall 

  1. Ketik command "sudo ufw allow 'Apache Full'" untuk mengizinkan Apache (Port 80 & 443.
  2. Ketik command "sudo ufw status" untuk cek status firewall 

5. Pengujian

  1. Ketik command "ip a" untuk melihat ip yang aktif.
  2. Buka browser dan ketik alamat IP server "http://alamat_ip_server/". Contohnya "http://192.168.33.2".
  3. Jika muncul halaman "Apache2 Ubuntu Default Page", berarti Web server sudah aktif. 

Hasil Pembelajaran

Melalui materi ini, saya memahami bahwa web server bukan sekadar penyimpan data, tapi juga pengatur lalu lintas data yang memastikan keamanan (melalui protokol HTTPS) dan mampu mengelola konten dinamis. Dalam praktiknya, saya mempelajari alur kerja sistem administrator mulai dari memperbarui sistem, memasang paket Apache2, hingga memastikan layanan tersebut berjalan otomatis setiap kali komputer dinyalakan. Selain itu, saya juga belajar cara mengelola keamanan melalui konfigurasi firewall agar akses web tetap terbuka namun tetap aman. Hasil akhirnya, saya berhasil melakukan pengujian secara nyata dengan mengakses alamat IP server di browser, yang membuktikan bahwa server yang saya buat sudah berfungsi dan siap digunakan. 

Kesimpulan

Kesimpulannya, membangun sebuah web server sendiri di Linux ternyata cukup sederhana dan bisa dilakukan dalam beberapa langkah cepat menggunakan terminal. Apache terbukti menjadi software yang handal karena kemudahannya dalam proses instalasi dan konfigurasi di lingkungan Linux Ubuntu. Dengan menguasai langkah-langkah dasar ini, tidak hanya sekadar bisa memunculkan halaman "Apache Default Page", tetapi juga memiliki fondasi dasar yang kuat untuk mulai menghosting website sendiri, mengelola data secara terpusat, dan memahami lebih dalam tentang bagaimana internet bekerja di balik layar. 

Daftar Pustaka

https://medium.com/@marvelahrun/konfigurasi-web-server-pada-ubu-95e9d7f9b52c

https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-web-server-dan-fungsinya/