Latar Belakang
Penggunaan internet saat ini membutuhkan sistem pengaturan alamat IP yang efisien dan aman. Masalah utamanya adalah jumlah alamat IP publik yang terbatas, sementara perangkat yang ingin terhubung ke internet sangat banyak. Oleh karena itu, digunakanlah teknologi NAT (Network Address Translation) sebagai jembatan. NAT memungkinkan banyak perangkat dalam jaringan lokal (IP privat) untuk berbagi satu atau sedikit alamat IP publik agar bisa mengakses internet. Dalam praktiknya, konfigurasi ini dilakukan menggunakan perangkat MikroTik RB-9541 dan aplikasi Winbox, yang bertujuan untuk mengatur bagaimana data dikirim dan diterima sehingga identitas jaringan internal tetap terlindungi sekaligus menghemat penggunaan alamat IP.
Alat dan Bahan :
a. Perangkat Lunak : Aplikasi Winbox 64.exe
b. Perangkat Keras : MikroTik RB-9541 (1), Kabel LAN (1), Adapter LAN
Apa itu si NAT?
Network Address Translation atau NAT adalah teknologi untuk mentranslatekan alamat IP (Internet Protocol) privat ke IP publik dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Teknologi ini banyak digunakan pada jaringan komputer yang menggunakan alamat IP private dan ingin terhubung dengan jaringan internet.
Secara sederhana, NAT bekerja dengan mengganti alamt IP asli dari sumber data dengan alamat IP publik yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan privasi pada jaringan komputer internal. Selain itu, NAT ini dapat mengurangi jumlah alamat IP publik yang diperlukan sehingga membuat alamat IP lebih efisien.
Konfigurasi NAT
Mari teman teman bisa ikuti langkah langkah untuk konfigurasi NAT hingga mendapatkan internet dalam artikel saya ini.
1. Konfigurasi IP Address
IP Address (Internet Protocol Address) adalah serangkaian angka unik (contoh:
untuk IPv4) yang berfungsi sebagai identitas numerik bagi setiap
perangkat (komputer, ponsel, server) yang terhubung ke jaringan internet
atau lokal. Fungsinya utama adalah sebagai alat pengenal unik dan
alamat pengiriman data untuk memastikan informasi sampai ke tujuan yang
tepat.
IP => IP Address
Tambahkan juga IP Address dengan IP yang teman teman inginkan, disini saya
menggunakan IP 192.168.2.1/28 dengan max client 14. Untuk netwok di isi
otomatis, interface saya menggunakan dengan ether2 karena yang
menyambungkan kabel LAN di port 2 mikrotik dan disambungkan ke Laptop.
Setelah diisi semua, klik pada tombol "Apply" dan "Ok".
Jika berhasil maka akan muncul tabel seperti di bawah.
2. Konfigurasi DHCP Server
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) server
adalah layanan yang memberikan alamat IP dan informasi
konfigurasi jaringan lainnya kepada perangkat yang terhubung ke
jaringan. DHCP Ini berfungsi untuk mengelola dan mendistribusikan alamat
IP secara otomatis kepada perangkat dalam sebuah jaringan.
IP => DHCP Setup
Klik pada tombol "DHCP Setup".
Maka akan menampilkan tampilan seperti ini, teman teman bisa klik tombol
"DHCP Server Interface" lalu pilih kabel mana yang tersambung ke laptop
kita, disini saya memakai ether2. Setelah itu klik "Next".
Ditampilan selanjutnya akan muncul "DHCP Address Space" teman teman
tidak usah khawatir karena itu sudah terisi otomatis. Selanjutnya teman
teman bisa klik "Next".
Selanjutnya ada tampilan seperti ini, teman teman lanjut saja dengan klik tombol "Next".
Lanjut untuk tampilan disini teman teman bisa mengganti pada kolom
"Address to Give Out" sesuai dengan jumlah client yang teman teman
inginkan. Disini saya menggunakan client 14 jadi cara menghitungnya dari
2-15 dengan jumlah nya sebanyak 14 client.
Jika sudah mengganti, teman teman bisa lanjut dengan klik tombol "Next".
Di halaman selanjutnya, ada tampilan seperti ini, teman teman bisa
mengisi kolom pada "DNS Servers" lalu isi dengan "8.8.8.8" kenapa
8.8.8.8? karena ini adalah layanan Google Public DNS dimana layanan ini
gratis, sangat andal, cepat, dan mudah diingat.
Selanjutnya teman teman bisa klik tombol "Next".
Langkah
terakhir akan muncul tampilan seperti ini. Tampilan ini akan diminta
menentukan Lease Time atau biasa disebut dengan rentang waktu penyewaan
alamat IP dari DHCP Server ke client. Disini saya memilih untuk 1 hari
saja.
Teman teman bisa langsung saja klik "Next".
Disini teman teman bisa klik "Ok" saja yang berarti bahwa konfigutasi DHCP Server sudah selesai.
Jika teman teman sudah selesai dengan konfigurasi DHCP Server ini, teman teman bisa melihat tabel informasi seperti dibawah ini.
3. Konfigurasi DHCP Client
DHCP Client adalah perangkat seperti komputer, smartphone, router yang secara otomatis
meminta dan menerima konfigurasi jaringan, seperti IP Address, subnet
mask, gateway, dan DNS dari DHCP Server. Fungsinya adalah mempermudah koneksi jaringan tanpa konfigurasi manual,
mencegah konflik IP.
IP => DHCP Client

Langsung saja klik tombol "+" lalu akan muncul tampilan seperti ini. Teman teman isi di bagian "Interface" dan bisa dipilih sesuai dengan kabel internet yang dicolokkan ke port mana. Disini saya pilih ether1, setelah itu bisa langsung di klik "Apply" dan "OK".
Jika konfigurasi berhasil, maka akan muncul tabel informasi dan muncul status "Bound".
4. Konfigurasi NAT
Network Address Translation (NAT) adalah metode dalam jaringan komputer yang menerjemahkan alamat IP privat (lokal) menjadi satu atau lebih alamat IP publik agar perangkat dalam LAN dapat mengakses internet. NAT bertindak sebagai perantara, menghemat penggunaan IP publik yang terbatas, dan meningkatkan keamanan jaringan dengan menyembunyikan struktur jaringan internal.
IP => Firewall
Kemudian teman teman klik tombol "NAT" dan klik lagi tanda "+".
Maka akan muncul tampilan seperti ini, teman teman bisa isi dibagian "Chain" dengan "scrnat" lalu isi juga dibagian "Out Interface" dengan "ether1" yang menyambung internet.
Lanjut klik tombol "Action" lalu akan muncul dengan tampilan seperti ini, teman teman isi dibagian "Action" dengan pilihan "Masquerade". Setelah itu bisa klik "Apply" dan "OK".
Pengujian
Teman teman bisa kunjungi Terminal di Windows, setelah itu ketik command "ping 8.8.8.8". Command ini bertujuan untuk mengecek apakah laptop sudah terkoneksi internet atau belum. JIka sudah ketik command tersebut, teman teman bisa langsung enter.
Saat sudah dienter, maka dapat balasan dari 8.8.8.8 dengan status TTL (Time To Live) yang berarti koneksinya sudah bisa dijalankan.
Jika sudah melakukan ping test di terminal, teman teman juga bisa cek di browser dan mencoba untuk memakai koneksi internet. Jika hasilnya seperti di bawah ini, berarti koneksi internet sudah bisa digunakan.
Hasil Pembelajaran
Melalui proses konfigurasi ini, saya berhasil mengaktifkan akses internet pada perangkat laptop dengan mengikuti empat langkah utama di atas. Pertama, saya menetapkan IP Address pada port router sebagai identitas. Kedua, saya mengaktifkan DHCP Server agar setiap laptop yang terhubung mendapatkan alamat IP secara otomatis tanpa harus menyetingnya manual. Ketiga, saya mengatur DHCP Client agar router bisa menerima koneksi internet dari penyedia layanan (ISP). Terakhir, saya mengonfigurasi NAT dengan fitur Masquerade, yang berfungsi untuk menyamarkan IP privat laptop menjadi IP publik router. Hasil akhirnya dibuktikan dengan tes ping ke server Google (8.8.8.8) yang menunjukkan respon berhasil (TTL), dan juga berhasil membuka halaman web di browser.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa konfigurasi NAT pada MikroTik adalah solusi efektif untuk menghubungkan jaringan lokal ke internet secara aman dan praktis. Dengan menggabungkan fungsi DHCP untuk distribusi alamat IP otomatis dan NAT untuk penerjemahan alamat, pengelolaan jaringan menjadi jauh lebih mudah dan efisien. Fitur Masquerade pada NAT menjadi kunci utama yang membuat perangkat di jaringan lokal berkomunikasi dengan luar tanpa harus memiliki IP publik masing-masing. Hal ini tidak hanya menghemat biaya langganan IP, tetapi juga memberikan lapisan keamanan tambahan bagi jaringan internal.
Daftar Pustaka
https://www.sekawanmedia.co.id/blog/pengertian-nat/
https://bit.telkomuniversity.ac.id/apa-itu-ip-address-pengertian-jenis-dan-fungsinya/
https://www.jetorbit.com/blog/apa-itu-dhcp-client/
https://kumparan.com/berita-terkini/makna-dari-istilah-ttl-dalam-perintah-ping-yang-benar-1zxeqsmeVgQ