Artikel Terbaru
Kenali 5 Jenis Jaringan Komputer - Perwira Learning Center
Routing OSPF : Pengertian dan Cara Kerjanya - Perwira Learning Center
Langkah-langkah Membagi Bandwidth Menggunakan Queue Tree - Perwira Learning Center
Latar Belakang
Dalam sebuah jaringan komputer yang digunakan oleh banyak orang, sering terjadi masalah di mana satu pengguna menghabiskan seluruh kecepatan internet (bandwidth), sehingga pengguna lain merasa koneksinya lambat. Untuk mengatasi hal seperti ini, diperlukan sebuah sistem pengaturan yang cerdas. Di dalam materi ini saya menggunakan fitur Queue Tree pada MikroTik, yaitu sebuah metode manajemen bandwidth yang lebih detail dan fleksibel dibandingkan metode simple. Tujuannya agar pembagian kecepatan internet menjadi lebih adil dan teratur, terutama untuk skala jaringan yang lebih besar atau kompleks.
Alat dan Bahan
a. Perangkat Lunak : Aplikasi Winbox 64.exe
b. Perangkat Keras : MikroTik RB-941 (1), Kabel LAN (1), Adapter LAN
Apa Itu Si Queue Tree?
Queue Tree adalah fitur manajemen bandwidth di MikroTik yang kompleks dan fleksibel. Queue Tree ini digunakan untuk mengatur kecepatan internet secara detail (Quality of Service) berdasarkan protokol, port, atau IP, dengan menggunakan Firewall Mangle untuk menandai paket data terlebih dahulu. Dibandingkan dengan Simple Queue, Queue Tree ini sifatnya satu arah dan lebih cocok untuk jaringan besar.Konfigurasi Queue Tree
1. Tandai paket di Firewall Mangle
Akan muncul tampilan seperti ini, teman-teman langsung saja klik pada bagian "Mangle" dan klik "+" untuk menambahkan.
Setelah itu akan menampilkan tampilan seperti ini, teman-teman isi bagian "Chain" dengan "Forward" dan "Dst Address" diisi dengan IP network lokal kalian. Disini saya menggunakan IP 192.168.2.0/24.
Kemudian klik pada bagian "Action" lalu teman-teman isi dibagian "Action" dengan "mark packet", "New Packet Mark" diketik dengan "down_user" serta untuk bagian "Passthrough" dipastikan tidak ada tanda centang. Setelah semua persyaratan diisi, teman-teman klik bagian "Comment".
Maka akan menampilkan tampilan seperti ini, teman-teman isi dengan ketik "Download User". Lalu klik "OK" dan klik "Apply" "OK".
Selanjutnya teman-teman tambahkan lagi dengan format seperti dibawah ini. Isi pada bagian "Chain" dengan "forward" dan "Src. Address" dengan IP network lokal kalian.
Kemudian klik pada bagian "Action" lalu teman teman isi dibagian "Action" dengan "mark packet", "New Packet Mark" diketik dengan "upl_user" serta untuk bagian "Passthrough" dipastikan tidak ada tanda centang. Setelah semua persyaratan diisi, teman teman klik bagian "Comment".
Maka akan menampilkan tampilan seperti ini, teman-teman isi dengan ketik "Upload User". Lalu klik "OK" dan klik "Apply" "OK".
2. Konfigurasi di Queue Types
Queues => Queue Types
3. Konfigurasi di bagian Queue Tree
Tambahkan lagi untuk turunan nya, jadi pada bagian "Max LImit" diisi dengan lebih kecil. Teman-teman isi pada bagian "Name" dengan "user_down", "Parent" diisi "Download", "Packet Marks" diisi "down_user" dan "Queue Type" diisi "pcq_down".
Untuk dibagian bawah teman-teman isi di "Limit Al" sesuai yang teman-teman mau, disini saya isi dengan "512k". Dibagian "Max limit" isi dengan "2M".
Kemudian tambahkan lagi dan isi pada bagian "Name" dengan "Upload", "Parent" diisi "global" dan "Queue Type" diisi "default" serta yang terakhir "Max limit" diisi bebas sesuai keinginan teman-teman. Disini saya isi "5M". Lanjut teman-teman klik "Apply" dan "OK".
Lanjut tambahkan lagi untuk turunan nya, jadi pada bagian "Max LImit" diisi dengan lebih kecil. Teman-teman isi pada bagian "Name" dengan "user_upload", "Parent" diisi "Upload", "Packet Marks" diisi "upl_user" dan "Queue Type" diisi "pcq_upl".
Untuk dibagian bawah teman-teman isi di "Limit Al" sesuai yang teman-teman mau, disini saya isi dengan "512k". Dibagian "Max limit" isi dengan "3M".
Setelah semua konfigurasi ditambahkan, maka akan muncul informasi dengan bentuk tabel seperti dibawah ini.
4. Pengujian
Buka website Speedtest.com
Disini saya cek pengujiannya dengan cara membuka website Speedtest.com untuk mengecek kecepatan Download dan Upload yang saya sesuaikan, serta memantau perubahan warna indikator (hijau/kuning/merah) di Winbox yang menandakan penggunaan traffic. Berikut ini hasilnya
Hasil Pembelajaran
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa konfigurasi Queue Tree sangat efektif untuk mengontrol lalu lintas data secara spesifik dan terarah. Meskipun langkah-langkahnya lebih panjang karena harus melewati proses penandaan paket di bagian Mangle terlebih dahulu, metode ini memberikan hasil yang jauh lebih stabil untuk jaringan dengan banyak pengguna. Penggunaan PCQ di dalam Queue Tree memastikan bahwa tidak ada satu pengguna pun yang lebih mendominasi seluruh jalur internet. Dengan praktik ini, saya jadi tahu bahwa manajemen bandwidth tidak hanya membatasi kecepatan, tetapi juga memastikan kualitas layanan (QoS) tetap terjaga agar seluruh pengguna mendapatkan pengalaman berinternet yang nyaman.
Daftar Pustaka
https://blog.dnetprovider.id/2018/12/04/tutorial-mikrotik-pembagian-bandwidth-dengan-queue-tree/
https://netmonk.id/blog/metode-queue
https://bit.telkomuniversity.ac.id/apa-itu-ip-address-pengertian-jenis-dan-fungsinya/
.png)














