Latar Belakang
Bayangkan jika dalam sebuah kantor memiliki puluhan hingga ratusan laptop yang harus terhubung ke jaringan. Jika kita sebagai administrator harus memasukkan alamat IP satu per satu ke setiap laptop secara manual, astinya akan sangat repot, lelah dan rawan terjadi kesalahan pengetikan (IP bertabrakan). Di sinilah DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) berperan penting. Dengan mengonfigurasi DHCP Server pada router MikroTik, router akan bekerja sebagai pembagi alamat secara otomatis, sehingga setiap perangkat yang mencolok pada kabel LAN atau terhubung ke Wi-Fi akan langsung mendapatkan identitas jaringan tanpa perlu pengaturan rumit di sisi pengguna.
Alat dan Bahan
a. Perangkat Lunak : Aplikasi Winbox 64.exe
b. Perangkat Keras : MikroTik RB-9541 (1), Kabel LAN (1), Adapter LAN
Apa itu si DHCP Server?
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) server
adalah layanan yang memberikan alamat IP dan informasi
konfigurasi jaringan lainnya kepada perangkat yang terhubung ke
jaringan. DHCP Ini berfungsi untuk mengelola dan mendistribusikan alamat
IP secara otomatis kepada perangkat dalam sebuah jaringan. Dengan
menggunakan DHCP, kita sebagai administrator jaringan tidak perlu
mengonfigurasi setiap perangkat secara manual, yang dapat menghemat
waktu dan mengurangi kemungkinan kesalahan.
Konfigurasi DHCP Server Mikrotik
Cara
kerja DHCP Server adalah client request alamat IP ke DHCP Server
yang tersedia, kemudian DHCP akan memberikan IP Address yang tersedia atau kosong di dalam IP Pool. Perangkat Mikrotik dapat digunakan untuk konfigurasi DHCP
Server, mari teman teman bisa ikuti konfigurasi DHCP Server dalam artikel saya ini.
Konfigurasi DHCP Address
IP -> DHCP Address
Klik pada IP seperti dengan tanda kotak di bawah.
Lalu klik tanda "+" seperti di bawah.
Isi Address dengan IP yang teman teman inginkan, disini saya menggunakan IP 192.168.2.1/28 dengan max client 14. Untuk netwok di isi otomatis, interface saya menggunakan dengan ether2 karena yang menyambungkan kabel LAN di port 2 mikrotik dan disambungkan ke Laptop.
Setelah diisi semua, klik pada tombol "Apply" dan "Ok".
Jika berhasil maka akan muncul tabel seperti di bawah.
Konfigurasi DHCP Server
Dengan adanya DHCP Server, bisa lebih mempermudah memberikan alamat IP untuk client secara otomatis, konfigurasi bisa dilakukan di aplikasi Winbox dan pada menu;
IP -> DHCP Server
Klik IP lalu pilih yang DHCP Server.

-> DHCP Setup
Langsung saja klik pada tombol "DHCP Setup".
Maka akan muncul tampilan seperti ini, teman teman bisa klik tombol "DHCP Server Interface" lalu pilih kabel mana yang tersambung ke laptop kita, disini saya memakai ether2. Setelah itu klik "Next".
Ditampilan selanjutnya akan muncul "DHCP Address Space" teman teman tidak usah khawatir karena itu sudah terisi otomatis. Selanjutnya teman teman bisa klik "Next".
Selanjutnya ada tampilan seperti ini, teman teman lanjut saja dengan klik tombol "Next".
Lanjut untuk tampilan disini teman teman bisa mengganti pada kolom "Address to Give Out" sesuai dengan jumlah client yang teman teman inginkan. Disini saya menggunakan client 14 jadi cara menghitungnya dari 2-15 dengan jumlah nya sebanyak 14 client.
Jika sudah mengganti, teman teman bisa lanjut dengan klik tombol "Next".
Di halaman selanjutnya, ada tampilan seperti ini, teman teman bisa mengisi kolom pada "DNS Servers" lalu isi dengan "8.8.8.8" kenapa 8.8.8.8? karena ini adalah layanan Google Public DNS dimana layanan ini gratis, sangat andal, cepat, dan mudah diingat.
Selanjutnya teman teman bisa klik tombol "Next".
Langkah terakhir akan muncul tampilan seperti ini. Tampilan ini akan diminta menentukan Lease Time atau biasa disebut dengan rentang waktu penyewaan alamat IP dari DHCP Server ke client. Disini saya memilih untuk 1 hari saja.
Teman teman bisa langsung saja klik "Next".
Disini teman teman bisa klik "Ok" saja yang berarti bahwa konfigutasi DHCP Server sudah selesai.
Jika teman teman sudah selesai dengan konfigurasi DHCP Server ini, teman teman bisa melihat tabel informasi seperti dibawah ini.
Pengujian
Untuk melalukan pengujian, teman teman bisa langsung cek "NCPA.CPL" di pencarian lalu teman teman bisa klik ethernet mana yang realtek untuk saat ini.
Jika sudah klik, disini ada tampilan seperti ini, tenang saja teman teman bis klik pada tombol "Details".
Nah jika sudah klik tombol tersebut, teman teman bisa lihat Laptop yang terhubung ke MikroTik akan mendapatkan IP Address secara otomatis sesuai dengan konfigurasi yang teman teman lakukan di DHCP Server.
Disini saya mendapatkan IP Addres 192.168.2.12 itu masih sekelas dengan yang sudah saya setting di IP Address dan DHCP Server.
Hasil Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, saya bisa memahami bahwa mengelola jaringan tidak harus dilakukan secara manual yang membuat saya lelah. Saya bisa lewat metode mengoperasikan aplikasi Winbox untuk mengubah router MikroTik menjadi pelayan otomatis yang membagikan alamat IP kepada setiap perangkat yang terhubung. Hasil nyata dari praktik ini adalah untuk menentukan rentang alamat IP (IP Pool), mengatur gerbang internet (Gateway), hingga memasukkan DNS Google agar perangkat klien bisa langsung berselancar di internet tanpa setting tambahan. Selain itu, saya juga mampu mengonfigurasi verifikasi melalui menu status di laptop, yang membuktikan bahwa konfigurasi yang kita buat di sisi router sudah tersampaikan dengan benar ke perangkat pengguna.
Kesimpulan
Kesimpulan dari materi ini adalah DHCP Server merupakan fitur penyelamat bagi administrator jaringan karena mampu mencegah terjadinya tabrakan alamat IP dan menghemat waktu kerja secara efisien. Dengan memanfaatkan fitur DHCP Setup, proses konfigurasi yang terlihat rumit menjadi jauh lebih sederhana karena sistem sudah membantu mengisi sebagian besar data secara otomatis. Penggunaan DNS publik seperti 8.8.8.8 dan pengaturan waktu sewa (Lease Time) juga memastikan bahwa distribusi koneksi internet berjalan lebih stabil. Lebih singkatnya, DHCP membuat jaringan menjadi lebih cerdas dan membuat pengguna senang karena mereka cukup colok dan pakai untuk mendapatkan akses jaringan.
Daftar Pustaka
https://www.peta-network.com/konfigurasi-dhcp-server/
https://www.quora.com/What-is-the-reason-for-most-DNS-IP-addresses-using-8-8-8-8-in-local-area-networking
https://mikrotik.iainpare.ac.id/id/blog/travel-1/memahami-dhcp-server-pada-mikrotik-manajemen-leases-dan-konfigurasi-jaringan-8