Artikel Terbaru
Mengatur Static IP Pada Linux Menggunakan Terminal - Perwira Learning Center
Perangkat Jaringan Dalam Komputer dan Media Transmisinya - Perwira Learning Center
Apa Perbedaan Kabel Patchcord Dengan Pigtail Fiber Optik? - PERWIRA LEARNING CENTER
Latar Belakang
Dalam dunia jaringan internet berbasis fiber optik, kita tidak bisa sembarangan menyambungkan kabel besar yang datang dari jalan langsung ke perangkat seperti komputer atau router. Kabel besar tersebut biasanya kaku dan sulit dikelola. Oleh karena itu, kita membutuhkan jembatan atau perantara agar sinyal cahaya dari kabel utama bisa masuk ke perangkat dengan aman dan stabil. Di sinilah peran penting Pigtail dan Patch Cord sebagai komponen penyambung yang memastikan aliran data berjalan lancar tanpa hambatan.
Apa itu Fiber Pigtail?
Pigtail serat optik adalah potongan pendek kabel serat optik yang memiliki konektor terpasang di salah satu ujungnya, dan hanya untaian serat di ujung lainnya. Ini adalah rakitan kabel yang menghubungkan perangkat serat optik ke sistem serat optik. Pigtail biasanya digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik dengan panel patch atau peralatan lainnya. Pigtail biasanya dipasang ke konektor menggunakan penyambungan fusi.
Pigtail serat digunakan untuk menyediakan koneksi yang stabil dan andal antara kabel serat optik dan perangkat yang terhubung dengannya. Pigtail dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat, termasuk sakelar serat optik, amplifier optik, dan pemancar.
Apa itu Patch Cord?
Kabel patch adalah rakitan kabel yang memiliki konektor di kedua ujungnya dan digunakan untuk menghubungkan perangkat jaringan. Dalam sistem serat optik, kabel patch digunakan untuk menghubungkan berbagai komponen, termasuk sakelar, router, dan transceiver optik.
Kabel patch umumnya digunakan dalam aplikasi yang memerlukan penyambungan dan pemutusan sambungan yang sering. Kabel ini mudah digunakan dan tersedia dalam berbagai jenis konektor. Jenis konektor yang paling umum digunakan dalam kabel patch adalah LC, SC, ST, dan MTRJ.
Kabel PatchCord
1. Umumnya kabel patchcord untuk jaringan LAN tembaga (Cat5e/Cat6) dan berbagai jenis konektor serat optik seperti LC, SC, FC, ST.
2. Fungsinya untuk menghubungkan perangkat pasif ke aktif. Contohnya switch ke komputer.
3. Kabelnya berbentuk serabut dan memiliki fungsi untuk menghubungkan wall plate atau fleece plate ke komputer atau sebaliknya.
4. Kabel patchcord ini mayoritas kabel indoor yang dipakai hanya untuk di dalam ruangan saja. Tetapi juga bisa digunakan di outdoor dengan catatan berbeda jenis.
5. Memiliki konektor di kedua ujungnya, kabel ini sudah jadi dan siap pakai.
6. Bersifat Plug-and-Play, kita cukup mencolokkannya ke port adaptor seperti mencolokkan kabel USB, tidak membutuhkan alat khusus.
7. Biasanya memiliki lapisan pelindung (jacket) yang lebih tebal.
Kabel Pigtail Fiber Optik
1. Pigtail banyak dipakai untuk pengaplikasian multi mode.
2. Warna dan posisi kabel ini adalah biru, orange, hijau, coklat, abu-abu, putih, merah, hitam, kuning, ungu, merah muda, dan biru muda.
3. Hanya memiliki konektor di satu ujung, sementara ujung lainnya adalah kabel serat kaca terbuka tanpa pelindung keras.
4. Memerlukan proses Splicing yaitu penyambungan dengan cara menggunakan Fusion Splicer.
5. Ujung kabel yang tanpa konektor disambung secara permanen ke kabel utama (backbone) yang ditarik dari luar gedung.
6. Pigtail ditaruh di dalam kotak, digunakan untuk terminasi. Kabel ini biasanya diam di dalam kotak pelindung seperti OTB (Optical Termination Box), ODP, atau Roset.
7. Fungsinya untuk mengubah kabel indoor/outdoor yang kaku menjadi ujung konektor yang siap dicolok.
8. Pigtail ini biasanya memiliki lapisan pelindung yang lebih tipis (0.9mm) karena ia dirancang untuk disimpan di dalam kotak distribusi yang aman dan tidak untuk dipindah-pindahkan.
Hasil Pembelajaran
Melalui materi ini, kita dapat memahami bahwa pigtail dan patch cord adalah dua komponen dalam fiber optik yang memiliki karakteristik berbeda namun saling melengkapi. Pigtail sebagai seutas kabel serat optik pendek yang hanya memiliki konektor di salah satu ujungnya, sehingga memerlukan proses penyambungan khusus yang disebut splicing atau pengelasan menggunakan fusion splicer untuk menghubungkannya secara permanen ke kabel utama (backbone). Karena fungsinya sebagai titik terminasi, pigtail biasanya memiliki pelindung yang tipis dan tersimpan aman di dalam kotak pelindung seperti OTB atau ODP agar tidak berpindah-pindah.
Di sisi lain, patch cord berfungsi sebagai kabel penghubung antar perangkat yang jauh lebih fleksibel karena telah dilengkapi konektor di kedua ujungnya. Berbeda dengan pigtail, patch cord bersifat plug-and-play yang memudahkan pengguna untuk menghubungkan perangkat aktif seperti switch, router, atau komputer tanpa bantuan alat khusus. Selain itu, patch cord dirancang dengan lapisan pelindung (jacket) yang lebih tebal dan kuat karena posisinya yang berada di luar kotak distribusi, sehingga lebih tahan terhadap tarikan atau tekukan saat digunakan dalam aktivitas jaringan sehari-hari.
Kesimpulan
Perbedaan mendasar antara kabel patch cord dan pigtail terletak pada jumlah konektor serta peran fungsionalnya dalam instalasi jaringan. Patch cord adalah kabel siap pakai dengan konektor di kedua ujungnya yang berfungsi sebagai jembatan fleksibel antar perangkat aktif, sedangkan pigtail adalah kabel terminasi dengan satu konektor yang harus disambung secara permanen ke kabel utama melalui proses pengelasan (splicing). Keduanya bekerja saling tersambung, Pigtail bertugas mengakhiri tarikan kabel luar yang kaku ke dalam kotak pelindung agar menjadi port yang stabil, sementara patch cord meneruskan sinyal dari port tersebut menuju perangkat pengguna. Dengan memahami spesifikasi keduanya, kita dapat memastikan koneksi fiber optik yang andal, aman, dan sesuai dengan standar kebutuhan perangkat yang digunakan.
Daftar Pustaka

