Artikel Terbaru
Kenali 5 Jenis Jaringan Komputer - Perwira Learning Center
Routing OSPF : Pengertian dan Cara Kerjanya - Perwira Learning Center
Bagaimana Cara DHCP Mengenalkan DNS ke Client - Perwira Learning Center
Latar Belakang
Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan tentunya membutuhkan alamat IP agar bisa berkomunikasi, namun kita akan lebih mudah mengingat nama domain dibandingkan dengan angka IP. Di sinilah peran penting DHCP, yang tidak hanya berfungsi membagikan alamat IP secara otomatis diibaratkan dengan nomor rumah yang dituju, tetapi juga memperkenalkan DNS sebagai nomor telepon pemilik rumah. Tanpa alur ini, setiap pengguna harus memasukkan alamat DNS secara manual satu per satu perangkat jaringan, yang membuat tidak praktis, efisien dan rawan kesalahan teknis dalam jaringan skala besar.
Bagaimana Caranya?
Proses DHCP mengenalkan DNS ke client terjadi melalui alur DHCP Options yang disisipkan di dalam paket pertukaran data saat sebuah perangkat meminta alamat IP. Secara sederhana, DHCP tidak hanya memberikan IP Address diibaratkan dengan nomor rumah, tetapi juga memberikan DNS Server diibaratkan dengan nomor telepon pemilik rumah agar client tahu ke mana harus bertanya saat ingin mengakses sebuah domain.
Berikut adalah langkah-langkah teknis bagaimana proses pengenalan tersebut berlangsung:
1. Melalui Proses DORA
Proses ini adalah awal komunikasi antara client dan server. DNS tidak akan dikirim sendirian, tetapi DNS menumpang hingga paket terakhir.
- Discover : Client melakukan broadcast mencari server. Seperti tamu ingin berkunjung ke rumah Pak Doni di perumahan, karena tamu tidak tahu nomor rumahnya, dia bertanya ke satpam saat berada di pos satpam.
Tamu: "Permisi pak satpam (DHCP), nomor rumah Pak Doni berapa ya? Saya izin masuk dan ingin berkunjung ke rumah Pak Doni".
- Offer : Selanjutnya server akan merespons dengan Offer yang sudah berisi draft konfigurasi (termasuk DNS), tetapi client belum resmi untuk memakainya.
Satpam akan melihat daftar tamu yang kosong dan memberikan identitas agar tamu bisa masuk:
Satpam: "Boleh, Saya berikan Nomor ID Tamu 101 untukmu. Agar kamu memiliki identitas dan tidak bingung cari Rumah Pak Doni, saya beri tahu untuk alamatnya yaitu Rumah Nomor 04.""
- Request: Client mengonfirmasi bahwa dia akan mengambil salah satu penawaran tersebut. Untuk paket yang lain jika tidak diambil oleh client, maka paket tersebut akan dikembalikan lagi.
Tamu pun setuju.
Tamu: "Oke Pak, saya ambil Nomor ID 101 nya, saya akan ingat ingat alamat Pak Doni.
- Acknowledge (ACK): Server mengirimkan paket DHCP ACK. Di dalam paket inilah semua konfigurasi akan dikunci dan diberikan secara resmi kepada client.
Satpam akan mencatat di buku tamu dan mempersilahkan tamu masuk ke perumahan.
Satpam: "Ini kartu aksesnya. Ingat ya, informasi tentang rumah Pak Doni ada di Rumah Nomor 04 (DNS nya)".
2. Penggunaan Struktur "DHCP Options"
Protokol DHCP dirancang agar bisa fleksibel dengan menggunakan sistem Options (Opsi). Sistem Options ini ibarat formulir pendaftaran yang punya banyak baris. Baris pertama adalah Nomor Rumah (IP Address). Tapi, karena satpam ingin tamu merasa nyaman, dia mengisi kolom-kolom tambahan (Options) lainnya.
Format Data: Setiap opsi memiliki format, contoh Nomor Baris – Jumlah Karakter – Isi. Untuk formatnya "Tag - Length - Value".
Option 6 (Domain Name Server): Tag nomor 6 khusus diarahkan untuk DNS. Server akan mengisi bagian Value dengan daftar alamat IP server DNS (misal, 08 08 08 08 untuk 8.8.8.8).
Prioritas Urutan: Jika server memasukkan dua IP DNS (Primary dan Secondary), client akan menerima keduanya sesuai urutan yang ditulis oleh server di Option 6 tersebut.
3. Ekstraksi Data oleh Sistem Operasi Client
Setelah paket DHCP ACK diterima oleh kartu jaringan (Network Interface Card), sistem operasi mengambil alih tugas untuk memproses Option 6.
Windows (DHCP Client Service): OS akan mengambil IP dari Option 6 dan memasukkannya ke dalam stack TCP/IP. Kita bisa melihat hasilnya dengan mengetik perintah ipconfig di terminal.
Linux (dhclient/NetworkManager): Biasanya, skrip DHCP akan menuliskan alamat IP tersebut ke dalam file /etc/resolv.conf dengan format nameserver 8.8.8.8.
Mobile (Android/iOS): OS menyimpan informasi ini di dalam profil spesifik SSID Wi-Fi yang sedang terhubung.
4. Aktivasi DNS Resolver
Setelah IP DNS tersimpan di sistem client, proses pengenalan selesai dan beralih ke tahap operasional:
Local Cache: Client akan menyimpan alamat DNS tersebut selama masa sewa IP (Lease Time) masih berlaku.
Query Pertama: Saat membuka website, aplikasi seperti Browser akan meminta OS untuk mencari alamat IP website tersebut. OS kemudian melihat daftar yang didapat dari DHCP tadi dan mengirimkan pertanyaan ke IP DNS tersebut.
5. Tambahan: Opsi 015
perusahaan.internal)6. Masa Berlaku (Lease Time) dan Pembaruan
Informasi DNS yang diberikan DHCP bersifat tidak permanen, dikarenakan terikat dengan Lease Time (masa sewa IP).
T1 (Renewal): Ketika waktu sewa mencapai 50%, client akan menghubungi server DHCP lagi untuk mengupdate masa sewa.
Update Dinamis: Jika admin jaringan mengubah IP DNS di server, client akan mendapatkan IP DNS yang baru saat proses pembaruan sewa ini terjadi, tanpa perlu memutus koneksi internet.
Hasil Pembelajaran
Melalui materi ini, saya dapat memahami bahwa pengenalan DNS terjadi melalui proses DORA, di mana informasi DNS dititipkan pada paket konfirmasi terakhir (ACK) menggunakan sistem DHCP Option 6. Setelah paket tersebut diterima, sistem operasi pada perangkat baik Windows, Linux, maupun Mobile akan mengekstraksi data tersebut dan menyimpannya secara otomatis ke dalam pengaturan jaringan masing-masing. Hasilnya, perangkat client kini memiliki kecerdasan untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP melalui aktivasi DNS Resolver, sehingga pengguna dapat berselancar di internet dengan lancar tanpa perlu melakukan konfigurasi tambahan.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa DHCP adalah metode yang sangat efisien dan fleksibel dalam mengelola konfigurasi DNS di sebuah jaringan. Dengan memanfaatkan sistem Lease Time (masa sewa), administrator jaringan dapat memperbarui informasi DNS secara dinamis dan serentak kepada seluruh client tanpa memutuskan koneksi internet mereka. Mekanisme otomatis ini menjamin bahwa setiap perangkat yang terhubung akan selalu memiliki informasi DNS terbaru yang valid, selama masa sewa IP tersebut masih berlaku di dalam memori sistem operasi mereka.
Daftar Pustaka
https://socs.binus.ac.id/2020/11/16/konfigurasi-jaringan-dns-dhcp/
https://bisaioti.com/dns-dan-dhcp #:~:text=Dalam%20pesan%20penawaran%20(DHCPOFFER)%20server%20biasanya%20menyertakan,IP%20yang%20siap%20dipakai%20untuk%20mengakses%20jaringan.
https://www.rackh.com/cara-setting-dhcp-server-mikrotik/
.png)