Dalam dunia jaringan, kita sering menghadapi masalah di mana koneksi internet terasa lambat saat pertama kali membuka situs web atau mengunduh file kecil karena adanya pembatasan bandwidth yang ketat. Untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik tanpa memboroskan sumber daya jaringan, digunakanlah fitur Burst pada perangkat MikroTik. Metode ini dirancang agar pengguna bisa mendapatkan bonus kecepatan di atas batas normal secara sementara pada awal aktivitas internet mereka.
a. Perangkat Lunak : Aplikasi Winbox 64.exe
b. Perangkat Keras : MikroTik RB-941 (1), Kabel LAN (1), Adapter LAN
Apa Itu Si Metode Burst?
Metode Burst pada MikroTik adalah fitur manajemen bandwidth yang memungkinkan pengguna mendapatkan bandwidth di atas batas maksimal (Max Limit) untuk sementara waktu. Teknik ini memberikan pengalaman browsing lebih cepat di awal, namun akan kembali ke kecepatan normal setelah waktu burst time habis atau kuota data tercapai.
Konfigurasi Burst
Mari teman teman bisa ikuti langkah langkah untuk konfigurasi Burst di MikroTik di dalam artikel saya ini.
1. Cek IP yang di dapatkan
NCPA.CPL => Pilih Ethernet yang Realtek
Setelah itu klik dan akan muncul tampilan seperti ini, teman teman bisa klik lagi pada bagian Details.
Kemudian akan muncul tampilan seperti ini, teman-teman bisa lihat IP yang didapatkan. Disini saya mendapatkan IP Addres yaitu 192.168.2.254
2. Konfigurasi Burst
Queues => Simple Queue
Akan muncul tampilan seperti ini, teman teman bisa klik tombol "+".
Setelah itu akan muncul tampilan seperti ini.
Lanjut isi bagian "Name" dengan "limit burst" nama ini berfungsi sebagai identitas saja, "Target" diisi dengan alamat IP Address yang teman-teman dapatkan tadi di laptop. Disini saya mendapatkan IP yaitu 192.168.2.254. Untuk bagian "Max Limit" teman-teman bisa memilih bebas, disini saya memakai max limit 3M, lalu untuk "Target Download" teman teman juga bebas untuk memilihnya, disini saya mamakai 3M.
Setelah itu teman-teman klik pada bagian "Burst" lalu akan muncul tampilan seperti ini. Teman-teman isi dibagian "Burst Limit", "Burst Threshold" dan "Burst Time" sesuai yang diinginkan. Disini saya isi untuk "Burst Limit" yaitu 5M, "Burst Threshold" yaitu 2M dan terakhir "Burst Limit" yaitu "32". Lanjut teman-teman klik "Apply" dan "OK".
Jika teman-teman sudah mengkonfigurasi seperti diatas, maka akan muncul tampilan informasi seperti dibawah ini.

3. Pengujian
Queues => Traffic
Hasil percobaan burst saat melakukan download client akan mendapatkan Burst limit selama sekitar 2,6 kbps.
Hasil pembelajaran
Melalui praktik ini, saya dapat mempelajari langkah-langkah teknis untuk mengaktifkan fitur Burst. Dimulai dengan mengidentifikasi alamat IP komputer, kemudian masuk ke tahap konfigurasi pada menu Simple Queue di Winbox. Di situ, saya belajar menentukan identitas limitasi, menetapkan batas kecepatan maksimal (Max Limit), serta mengatur tiga komponen utama Burst, yaitu: Burst Limit (kecepatan puncak), Burst Threshold (ambang batas pemicu), dan Burst Time (durasi rata-rata). Hasil pengujian pada menu Traffic menunjukkan bahwa sistem bekerja dengan baik, di mana komputer client mendapatkan lonjakan kecepatan sesuai pengaturan sebelum sistem menormalkannya kembali setelah waktu tertentu.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa metode Burst adalah teknik manajemen bandwidth yang sangat efektif untuk meningkatkan kepuasan pengguna tanpa harus menaikkan total langganan internet. Fitur ini memberikan fleksibilitas bagi jaringan untuk memberikan performa maksimal seperti browsing atau membuka media sosial, namun tetap menjaga stabilitas jaringan dengan membatasi kecepatan pada penggunaan data jangka panjang seperti streaming atau unduhan besar.
Daftar Pustaka
https://citraweb.com/artikel/297/
https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/methotika/article/view/2113