Artikel Terbaru
Kenali 5 Jenis Jaringan Komputer - Perwira Learning Center
Routing OSPF : Pengertian dan Cara Kerjanya - Perwira Learning Center
Mengelola Jaringan Skala Besar Menggunakan Routing OSPF Multi Area di GNS3 - Perwira Learning Center
Latar Belakang
Ketika sebuah jaringan komputer tumbuh menjadi sangat besar, beban kerja setiap router untuk menghitung peta jalur akan semakin berat dan berisiko menyebabkan kelambatan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan sistem OSPF Multi-Area yang mampu membagi jaringan raksasa menjadi beberapa kelompok kecil atau divisi agar lalu lintas informasi lebih tertata.
Alat dan Bahan
a. Perangkat Lunak : Aplikasi GNS3
b. Perangkat Keras : Laptop
Apa itu OSPF?
Open Shortest Path First (OSPF) adalah protokol routing dinamis berjenis link-state yang digunakan untuk mencari dan menetapkan jalur terpendek dan tercepat (shortest path) dalam jaringan IP. Sebagai Interior Gateway Protocol (IGP), OSPF efisien untuk jaringan besar, mendukung konvergensi cepat, dan beroperasi menggunakan algoritma Dijkstra.
Analogi
Jika OSPF Single Area adalah kantor satu lantai yang terbuka, maka OSPF Multi-Area ibarat sebuah perusahaan besar yang memiliki banyak divisi di lantai yang berbeda. Bayangkan setiap lantai (Area) punya timnya sendiri. Agar suasana tidak terlalu bising dan penuh sesak dengan informasi yang tidak perlu, para karyawan di Lantai 1 tidak perlu tahu setiap kali ada pergeseran kursi di Lantai 2. Mereka cukup tahu garis besar atau ringkasan informasinya saja.Di sini, ada peran penting yang disebut ABR (Area Border Router), yaitu satpam yang berdiri di sekitar area lift. Tugasnya adalah merangkum laporan dari divisinya sendiri dan menyampaikannya ke divisi lain melalui Lantai Utama atau Area 0 (Backbone). Dengan cara ini, jika terjadi keributan kecil di satu lantai, lantai lain tidak ikut pusing dan tetap bisa bekerja dengan tenang. Intinya, Multi-Area membagi-bagi tugas agar setiap router tidak keberatan beban saat menghitung peta jaringan yang sangat luas.
Topologi
Langkah Konfigurasi
1. Buka Aplikasi GNS3
2. Buat topologi sesuai kebutuhan
3. Sambungkan kabel antar router dan pc sesuai kebutuhan
4. Aktifkan "Start"
5. Konfigurasi OSPF Multi Area
Router1
/ip address
add address=10.10.10.1/30 interface=ether1
add address=192.168.1.1/24 interface=ether2
/routing ospf instance
add name=ospf-inst router-id=1.1.1.1
/routing ospf area
add instance=ospf-inst name=backbone area-id=0.0.0.0
add instance=ospf-inst name=area-10 area-id=0.0.0.10
/routing ospf interface-template
add area=backbone interfaces=ether1 network=10.10.10.0/30
add area=area-10 interfaces=ether2 network=192.168.1.0/24
Router2
/ip address
add address=10.10.10.2/30 interface=ether1
add address=172.16.1.1/30 interface=ether2
add address=172.16.10.1/24 interface=ether3
/routing ospf instance
add name=ospf-inst router-id=2.2.2.2
/routing ospf area
add instance=ospf-inst name=backbone area-id=0.0.0.0
/routing ospf interface-template
add area=backbone interfaces=ether1 network=10.10.10.0/30
add area=backbone interfaces=ether2 network=172.16.1.0/30
add area=backbone interfaces=ether3 network=172.16.10.0/24
Router3
/ip address
add address=172.16.1.2/30 interface=ether1
add address=10.0.0.1/8 interface=ether2
/routing ospf instance
add name=ospf-inst router-id=3.3.3.3
/routing ospf
area add instance=ospf-inst name=backbone area-id=0.0.0.0
area add instance=ospf-inst name=area-20 area-id=0.0.0.20
/routing ospf interface-template
add area=backbone interfaces=ether1 network=172.16.1.0/30
add area=area-20 interfaces=ether2 network=10.0.0.0/8
PC
1. PC1: IP 192.168.1.2 255.255.255.0 192.168.1.1
2. PC2: IP 172.16.10.2 255.255.255.0 172.16.10.1
3. PC3: IP 10.0.0.2 255.0.0.0 10.0.0.1
Hasil Pembelajaran
Melalui mater ini, saya bisa memahami peran penting Area 0 (Backbone) sebagai pusat penghubung utama dan peran ABR sebagai jembatan informasi antar area. Saya juga mempelajari cara mengatur identitas router, membuat area yang berbeda (Area 10 dan Area 20), serta menghubungkan PC di area yang berbeda agar tetap bisa saling berkomunikasi. Hasilnya, jaringan menjadi lebih efisien karena setiap router hanya perlu menyimpan informasi detail areanya sendiri dan hanya menerima ringkasan info dari area lain, yang secara otomatis mempercepat koneksi dan penghematan memori router.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa OSPF Multi-Area adalah solusi terbaik untuk menjaga kestabilan dan kecepatan pada jaringan skala besar. Dengan membagi jaringan ke dalam beberapa area, kita tidak hanya mempermudah pengelolaan jalur, tetapi juga meningkatkan keamanan dan ketangguhan jaringan terhadap gangguan. Penggunaan protokol ini memastikan bahwa setiap data selalu melewati jalur terpendek dan tercepat tanpa membebani perangkat secara berlebihan, menjadikannya standar yang sangat efektif dalam infrastruktur jaringan modern.
Daftar Pustaka
https://www.slideshare.net/slideshow/konfigurasi-ospf-multiarea-di-mikrotik-menggunakan-gns3/75796233?nway-=
https://putrajatim.blogspot.com/2014/02/konfigurasi-ospf-multi-area-di-gns3.html
.png)
