Artikel Terbaru
Apa Si Perbedaan Routing IBGP Dengan EBGP? - Perwira Learning Center
Apa itu Static IP dan Mengapa Server Membutuhkannya? - Perwira Learning Center
Apa Itu Si OSPF? Cara Router Bisa Ngobrol dan Menentukan Jalur Tercepat - Perwira Learning Center
Latar Belakang
Jaringan komputer membutuhkan sistem yang cerdas dan cepat untuk mengirimkan data agar tidak tersesat, terutama dalam skala perusahaan atau organisasi yang besar. OSPF (Open Shortest Path First) adalah solusi modern yang bekerja di dalam jaringan internal (IGP). OSPF diciptakan agar setiap perangkat pengirim (router) memiliki peta digital yang lengkap dan akurat mengenai seluruh kondisi jalan di jaringan tersebut, sehingga pemilihan jalur tidak lagi berdasarkan tebak-tebakan, melainkan berdasarkan perhitungan matematis yang matang.
Apa Itu Routing OSPF?
Fungsi OSPF
1. Routing Interior
OSPF digunakan sebagai protokol routing interior, tugasnya yaitu untuk mengatur pengiriman paket data di dalam satu sistem otonom (AS) atau jaringan lokal. OSPF menghitung jalur terpendek antara dua node berdasarkan informasi topologi jaringan yang tersedia, mempertimbangkan faktor-faktor seperti kecepatan link dan beban jaringan. Fungsi utama OSPF adalah untuk menentukan jalur terbaik untuk mengirimkan paket data antara node sumber dan tujuan dalam jaringan.
2. Update Otomatis
OSPF mendukung update otomatis. Jika kita saat sedang menkonfigurasi terjadi kegagalan link atau perubahan topologi dalam jaringan, maka OSPF akan secara otomatis menghitung ulang jalur terpendek yang tersedia dan mengirimkan informasi perubahan routing ke seluruh node dalam jaringan. Hal ini memungkinkan jaringan untuk terus beroperasi dan mengalihkan lalu lintas ke jalur yang masih tersedia.
3. Pembagian Area
OSPF dapat membagi beberapa jaringan menjadi area-area yang lebih kecil untuk mengurangi kompleksitas dan overhead routing. Dengan adanya pembagian area, OSPF dapat mengelompokkan node-node yang saling terhubung dalam area yang terpisah dan menggunakan ringkasan routing untuk mengurangi jumlah informasi routing yang harus dipertukarkan di antara area-area tersebut. Hal ini meningkatkan efisiensi dan skalabilitas jaringan.
4. Redistribusi Routing
OSPF mendukung redistribusi routing, yaitu proses menggabungkan informasi routing dari protokol routing lain ke dalam OSPF. OSPF ini mampu untuk berkomunikasi dengan protokol routing lain yang digunakan dalam jaringan dan menggabungkan informasi routing yang diperoleh dari protokol tersebut ke dalam tabel routing OSPF.
5. Keamanan
OSPF memiliki beberapa fitur keamanan yang memungkinkan pengamanan informasi routing dalam jaringan. Misalnya, OSPF mendukung autentikasi pesan OSPF, yang memastikan bahwa pesan routing yang diterima berasal dari sumber yang terpercaya dan tidak dimanipulasi. Selain itu, OSPF dapat menggunakan area backbone untuk mengisolasi area-area jaringan yang sensitif dan menerapkan kebijakan keamanan khusus.
Cara Kerja OSPF
1. Identifikasi dan Konfigurasi Router OSPF
Setiap Router dalam jaringan yang akan menggunakan OSPF, kita perlu mengidentifikasi interface jaringan yang akan berpartisipasi dalam OSPF dan mengkonfigurasikan mereka sebagai bagian dari OSPF area.
2. Pengiriman Hello Packet
Setiap router OSPF mengirimkan “Hello Packet” melalui interface OSPF yang telah dikonfigurasi. Hello Packet berfungsi untuk membentuk dan mempertahankan koneksi dengan tetangga OSPF.
3. Membentuk Adjacency
Setiap Router OSPF menerima Hello Packet dari tetangga OSPF melalui interface yang sama. Jika konfigurasi OSPF tetangga dianggap valid, router akan membentuk adjacency dengan tetangga tersebut. Adjacency adalah hubungan yang terbentuk antara dua router OSPF untuk bertukar informasi topologi.
4. Pertukaran Database Link-State (LSDB)
Setelah adjacency terbentuk, router OSPF akan bertukar Database Link-State (LSDB). Setiap router mengirimkan Link-State Advertisement (LSA) yang berisi informasi topologi jaringan lokalnya.
5. Penghitungan Jalur Terpendek
Setelah semua router OSPF bertukar informasi topologi dan memiliki database LSDB yang terkini, setiap router akan menggunakan algoritma Dijkstra untuk menghitung jalur terpendek ke semua tujuan dalam jaringan. Hasil perhitungan ini akan disimpan dalam tabel routing OSPF.
6. Penyebaran Routing Update
Router OSPF akan menyebarkan informasi routing update ke tetangga OSPF menggunakan pesan OSPF, yang berisi informasi tentang jalur terpendek menuju tujuan tertentu. Pesan OSPF ini akan diteruskan oleh router tetangga ke tetangga lainnya hingga seluruh jaringan OSPF menerima informasi routing update.
7. Pemeliharaan dan Pemulihan
OSPF secara terus-menerus memantau keadaan jaringan untuk mendeteksi perubahan topologi atau kegagalan. Jika terjadi perubahan, OSPF akan memperbarui database LSDB, menghitung ulang jalur terpendek, dan mengirimkan update routing ke seluruh jaringan untuk memastikan pengiriman paket data yang optimal.
Analogi
Analogi OSPF (Open Shortest Path First) seperti grab yang menggunakan aplikasi Google Maps saat bepergian di kota yang besar.
Berbeda dengan RIP yang hanya bertanya pada tetangga, setiap router (persimpangan) dalam OSPF memiliki peta lengkap (Link State Database) dari seluruh area kota tersebut. Mereka tidak hanya menghitung berapa banyak persimpangan yang dilalui, tetapi juga mempertimbangkan kualitas jalannya. Jika sebuah jalan adalah jalan tol yang lebar dan mulus, OSPF akan menganggapnya sebagai jalur utama, meskipun jaraknya memutar. Sebaliknya, jika ada jalan tikus yang sempit atau rusak, OSPF akan menghindarinya karena biayanya (cost) terlalu tinggi.
Jika tiba-tiba ada kecelakaan atau penutupan jalan di satu titik, informasi tersebut akan langsung disebarkan ke seluruh pengemudi dalam hitungan detik. Semua router akan segera menghitung ulang rute tercepat secara otomatis. Hasilnya, data selalu dikirimkan melalui jalur yang paling efisien, bukan sekadar jalur yang paling pendek secara fisik.
Hasil Pembelajaran
Kesimpulan
Daftar Pustaka
